Hukum Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:53 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah suatu hari kehormatan untuk umat Muslim di dunia. (istimewa)
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah suatu hari kehormatan untuk umat Muslim di dunia. (istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Umat muslim akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 20 Oktober 2021.

Setiap 12 Rabiul Awal sebagian besar umat muslim akan merayakannya dengan berbagai kegiatan.

Hikmah dan peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW adalah suatu hari kehormatan untuk umat Muslim di dunia. Setiap Muslim juga perlu mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi SAW ini.

Baca Juga: Sejumlah Penjelasan Hadist Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari Republika.co.id, anggota Pusat Fatwa Internasional Al-Azhar Syekh Abdul Qadir al-Tawil menjelaskan pertanyaan mengenai hukum merayakan Maulid Nabi selalu diulang. Padahal sebetulnya sudah ada dalil yang menunjukkan bolehnya memperingati Maulid Nabi SAW.

Dari Abu Qatadah al-Anshari, dia berkata, Nabi ditanya tentang puasa di hari Senin. Beliau SAW menjawab, "Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi Rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu)." (HR Muslim)

Terlepas dari hal itu, al-Taweel menambahkan hal yang tepat dalam memperingati Maulid Nabi SAW adalah menghidupkan malam dengan Al-Qur'an dan berzikir. Dia mengatakan Rasulullah SAW biasa merayakan hari lahirnya dengan berpuasa setiap Senin. Selain itu, Nabi SAW juga merayakan puasa Asyura untuk merayakan pembebasan Musa AS dari Firaun.

Baca Juga: Doa yang Diijabah Menurut Nabi Muhammad SAW

Dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW, mungkin ada baiknya jika kita mengingat kembali tentang sisi kehidupan Nabi SAW. Nabi Muhammad juga manusia biasa yang sebetulnya juga memiliki sisi yang humoris. Ini sebagaimana sebuah kisah yang memuat sisi humor Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X