Inovasi OK WA MAS Puskesmas Wonosalam ll Efektif Deteksi Dini ODGJ

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
Caption: Kegiatan Ok WA Mas yang dilaksanakan Puskesmas Wonosalam ll Demak. (Puskesmas Wonosalam ll)
Caption: Kegiatan Ok WA Mas yang dilaksanakan Puskesmas Wonosalam ll Demak. (Puskesmas Wonosalam ll)
 
DEMAK, AYOSEMARANG.COM – Banyaknya gangguan kesehatan jiwa yang belum terdeteksi, Dinas Kesehatan Demak melalui Puskesmas Wonosalam II bentuk inovasi Obati Kesehatan Jiwa Masyarakat (OK WA Mas).
 
Alhasil penemuan ODGJ meningkat dan dapat terlayani.
 
“Dengan Ok WA Mas penemuan kasus orang dengan gangguan kesehatan jiwa meningkat dan dapat terlayani secara komprehensif,” terang Kepala Puskesmas Wonosalam II Demak, Muazaroh, SKM, M. kes, Selasa 12 Oktober 2021.
 
 
Jelasnya,penemuan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Puskesmas Wonosalam II meningkat dari tahun ke tahun.
 
Tahun 2017 sebanyak 30 orang, tahun 2018 sebanyak 43 orang, tahun 2019 sebanyak 55 orang, tahun 2020 sebanyak 75 orang.
 
“Tahun 2021 sampai dengan September sebanyak 82. ODGJ yang terus naik tersebut di karenakan adanya penemuan kasus yang aktif dengan terjalinnya koordinasi yang baik dengan lintas program di dalam Puskesmas juga lintas sektor terkait, tingkat kecamatan, Polsek, Koramil, Pemerintah Desa, dan Dinas Sosial,” paparnya.
 
Terkait Ok WA Mas, menurut Muazaroh dibentuk  untuk menjalin jejaring dengan lintas sektoral. Kemudian dibentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM) Puskesmas Wonosalam II.  
 
 
Adapun kegiatan OK Wa Mas meliputi pembinaan dan pertemuan rutin keluarga Pendamping Minum Obat (PMO) yang dilaksanakan dua kali dalam  setahun dan komunikasi lewat grup yang intensif. 
 
“Kegiatan Oke WA Mas  yaitu berupa kunjungan rumah kepada penderita dan keluarga, pemberian obat rawat jalan, rujukan ke RSUD Sunan Kalijaga Demak dan RSJD dr. Aminogondhoutomo Semarang, konseling kesehatan jiwa bagi penderita di puskesmas dan keluarga, pembinaan dan pertemuan rutin keluarga PMO ODGJ,” kata Muazaroh menambahkan.
 
Ia juga menyebut, tujuan adanya Oke Wa Mas yaitu penderita dengan gangguan kesehatan jiwa terdeteksi, mendapatkan pendampingan pengobatan yang komprehensif, tidak ditelantarkan serta tidak dipasung melalui upaya kesehatan masyarakat pengembangan.
 
“Manfaat yang diperoleh, penderita gangguan kesehatan jiwa memperoleh pelayanan kesehatan jiwa,” ujarnya.
 
Sementara itu, Programer Kesehatan Jiwa Puskesmas Wonosalam II, Suprojo, S.Kep, Ners menambahkan, Oke WA Mas memperoleh dukungan dan peran aktif dari pemerintah daerah dalam pengelolaan ODGJ dengan sumber dana BOK, dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Kepala Puskesmas, lintas program, dan lintas sektoral.  
 
“Adanya Ok WA Mas  menjadi sangat penting karena seluruh lapisan masyarakat pada dasarnya memiliki kewajiban bersama dengan pemerintah untuk melakukan berbagai upaya menanggulangi permasalahan kesehatan, salah satunya masalah ODGJ,” katanya.
 
Disebutkan, manfaat utama Ok WA Mas setidaknya meliputi empat poin, yakni: 
 
1. Ditemukan secara dini kasus ODGJ bisa diobati, dikonsultasikan dengan dokter spesialis kesehatan jiwa dan dilakukan rujukan ke RSJ bila diperlukan.
 
2. Bagi pemerintah daerah mengendalikan kasus dan bebas pasung. 
 
3. Bagi Puskesmas dapat mengetahui data kasus ODGJ dan pendampingan berkelanjutan.
 
4. Bagi masyarakat yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan peran serta masyarakat dalam menaikan kesehatan mental pada gangguan jiwa mendapatkan pengobatan, tidak di telantarkan dan bebas pasung. 
 
Suprojo juga menyebut, sumber daya dari Oke WA Mas  petugas puskesmas lintas program yang terdiri dari dokter, programer kesehatan jiwa, perawat, dan bidan.
 
Turut serta Camat Wonosalam, Kasie Kesra Kecamatan Wonosalam, Komandan Rayon Militer Wonosalam, Kapolsek Wonosalam,
 
 
Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonosalam, Linmas wilayah Puskesmas Wonosalam II, Babinsa wilayah Puskesmas Wonosalam II, Bhabinkamtibmas wilayah Puskesmas Wonosalam II,
 
Kades di Wilayah Puskesmas Wonosalam  II, ketua tim penggerak PKK Kecamatan Wonosalam, ketua tim penggerak PKK desa wilayah Puskesmas Wonosalam II, dan Ketua Forum Kesehatan Desa (FKD) Wilayah Puskesmas Wonosalam II. 
 
“Adanya kerja sama lintas sektor dan lintas program dapat membantu dalam menaikan kesehatan mental pada gangguan jiwa mendapatkan pengobatan, tidak ditelantarkan dan bebas pasung di wilayah Puskesmas Wonosalam II,” tutup Suprojo. (Adv/Zaidi)

Editor: Akbar Hari Mukti

Sumber: Advertorial

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X