Laut Cina Selatan Memanas, Xi Jinping: China Tidak Mendominasi Asia Tenggara

- Rabu, 24 November 2021 | 10:52 WIB
Presiden Cina, Xi Jinping.  (Reuters)
Presiden Cina, Xi Jinping. (Reuters)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Presiden China, Xi Jinping menyatakan, bahwa negaranya tidak akan mendominasi Asia Tenggara ataupun menekan negara-negara kecil tetangganya, lantaran sengketa yang terjadi di Laut Cina Selatan belakangan.

Pernyataan ini disampaikan Xi Jinping dalam pidatonya di Konferensi ASEAN, Senin 22 November 2021.

Manuver politik-militer China beberapa waktu lalu yang berusaha mengklaim seluruh Laut Cina Selatan sebagai wilayahnya berdasarkan historis, telah memancing reaksi dari negara-negara Asia Tenggara.

Baca Juga: Demonstrasi Anticovid di Belanda, Begini Komentar Menohok PM Mark Rutte

Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina adalah negara-negara yang secara de jure memiliki wilayah laut teritorial dan kedaulatan atas kepulauan Spratly yang berlokasi di Laut Cina Selatan.

Sementara Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN hanya mengklaim atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di wilayah tersebut.

Kedatangan Xi Jinping menandai sikap China atas insiden dihalaunya kapal suplai Filipina oleh kapal penjaga pantai China saat menuju kepulauan karang Ayungin milik Filipina di Laut Cina Selatan.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte kembali mengingatkan China untuk menghormati hasil Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982 tentang kedaulatan di Laut Cina Selatan.

Ditambah dengan Peraturan Arbritasi Hague tahun 2016 yang semakin memperjelas kekeliruan klaim China atas Laut Cina Selatan, meskipun secara politis China menolak Peraturan Arbritasi tersebut.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jerman Temukan Dugaan Kasus Covid-19 Varian Omicron

Minggu, 28 November 2021 | 12:00 WIB

Duh,, Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggot

Jumat, 26 November 2021 | 09:06 WIB
X