Aksi Demo Pemuda Pancasila Ricuh, Polisi Berpangkat AKBP Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dikeroyok

- Kamis, 25 November 2021 | 18:50 WIB
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali melarikan diri dari amukan ormas PP di luar gedung DPR RI. (Tangkapan layar/ist)
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali melarikan diri dari amukan ormas PP di luar gedung DPR RI. (Tangkapan layar/ist)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Aksi unjuk rasa yang dilakukan Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR RI berakhir ricuh.

Demo ricuh yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila itu membuat seorang polisi berpangkat AKBP terluka akibat dikeroyok.

Aksi yang di laksanakan Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR RI itu menuntut Junimart permohonan maaf.

Baca Juga: Hukum Menuntut Ilmu bagi Muslim, Berikut Ulasannya

Namun sangat Polda Metro sesalkan aksi demo Pemuda Pancasila itu membuat Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali mengalami luka-luka usai dikeroyok.

"Kami dari Polda Metro sangat menyangkan kegiatan demo hari ini yang boleh dikatakan demo yang tidak tertib. Bahkan melakukan penyerangan kepada petugas kepolisian yang mengamankan kegiatan demo ini. Dalam demo tadi 1 orang anggota Polri atas nama AKBP Karosekali dari Ditlantas Polda Metro," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 25 November 2021 seperti dikutip dari suara.com.

Baca Juga: Usai Pecat Igor Kriushenko, Persikabo 1973 Datangkan Eks Pelatih Persijap Jepara

Zulpan mengatakan, perwira polisi tersebut mengalami luka yang cukup serius akibat pengeroyokan. Saat ini perwira tersebut langsunf dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat tindakan lebih lanjut.

"Mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian kepala bagian belakang akibat penyerangan yang dilakukan oleh anggota ormas yang melakukan demo tadi," tuturnya.

"Saat ini korban sudah dibawa ke ke RS Kramat Jati dan sedang menjalani perawatan," sambungnya.

Baca Juga: Viral Pemuda Bucin, Jual Perabotan Ibu Demi Bahagiakan Pacar

Untuk itu, kata Zulpan, pihaknya langsung melakukan proses hukum terhadap massa PP yang diduga terlibat pengeroyokan tersebut.

"Tentu ini satu hal yang kita sayangkan. Demo seperti ini tidak dibenarkan. Oleh sebab itu kita akan lakukan proses hukum yang melakukan terhadap penyerang tersebut," tandasnya.

Baca Juga: Dosen UNUSIA Ungkap Alasan Mengajukan Judicial Review UU Cipta Kerja

Aksi Dibubarkan Polisi

Kepolisian akhirnya membubarkan massa ormas PP saat berunjuk rasa menuntut permintaan maaf Junimart Girsang di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021). Tindakan pembubaran itu setelah terjadi pengeroyokan massa terhadap perwira Polri berpangkat AKPB. 

Berdasarkan pantauan Suara.com, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi pada pukul 16.00 WIB tampak baik ke atas mobil komando dihadapan massa meminta untuk bubar.

Baca Juga: 7 Manfaat dari Wortel ketika Dimakan Secara Langsung alias Mentah

"Saya mohon perhatian, yang saat ini sedang menyampaikan pendapat. Ingat rekan rekan hak saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku," kata Hengki di lokasi, Kamis.

Menurutnya, polisi dalam melakukan pengawalan sudah memberikan pelayanan maksimal kepada massa PP yang berunjuk rasa. Namun, kata dia, hal itu justru ternodai lantaran menurutnya salah satu anggota Polri berpangkat AKBP dikeroyok dan alami luka-luka.

Baca Juga: Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor, Begini Kata Ahmad Sahroni

"Perwira kami, AKBP dikeroyok luka luka apalah itu tujuan rekan rekan datang kemari? Melawan kami mengeroyok kami yang mengamankan rekan rekan," tuturnya.

Ia mengatakan, koordinator dari massa PP harus bertanggungjawab atas kejadian pengeroyokan tersebut. Pasalnya hal tersebut merupakan tindakan melawan hukum.

"Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini. Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan, jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum," tuturnya.

"Kami yang melayani rekan rekan, mengamankan justru dipukuli di keroyok," sambungnya.

Lebih lanjut, Hengki mengaku miris atas kejadian yang terjadi. Pihaknya meminta massa yang menjadi saksi bisa menyerahkan diri.

"Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan ketua PP jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," tutupnya.

 

 

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dilamar Gangga Kusuma, Ini Deretan Mantan Pacar Awkarin

Selasa, 30 November 2021 | 18:19 WIB

Mengejutkan, Lesti Kejora Izinkan Rizky Billar Poligami

Selasa, 30 November 2021 | 15:38 WIB
X