Taliban akan Bangun Pabrik Pengolahan Ganja, Cpharm Bantah Keterlibatan

- Kamis, 25 November 2021 | 20:09 WIB
ilustrasi tumbuhan ganja (pixabay)
ilustrasi tumbuhan ganja (pixabay)

 

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Taliban berencana membangun pabrik pengolahan ganja di Afghanistan dengan nilai investasi 450 Juta Dolar AS.

Dilansir dari akun Twitter Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, 24 November 2021, Taliban mengumumkan pengucuran dana untuk proyek pabrik pengolahan ganja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Polifurneka Diharapkan Mampu Penuhi Standar Kebutuhan Industri

Lokasi pendirian pabrik pengolahan ganja tersebut belum dijelaskan secara rinci, akan tetapi Pemerintah Afghanistan yang dikuasai rezim Taliban itu berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.

Menurut keterangan Kemendagri Afghanistan, proyek pabrik pengolahan ganja ini akan melibatkan investor asing bernama Cpharm.

Sebuah perusahaan farmasi asal Australia yang sudah berpengalaman dalam industri peralatan medis dan produk kesehatan.

Baca Juga: 5 Tips Belajar Bahasa Inggris Praktis di Rumah, Yuk Cobain

Pihak Cpharm melalui kepala keuangannya, Tony Gabites menyangkal hal tersebut.

Gabites justru baru mengetahui rencana pembangunan pabrik pengolahan ganja oleh Taliban dari artikel berita di internet.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1 Desember jadi Hari AIDS Sedunia, Begini Sejarahnya

Selasa, 30 November 2021 | 15:57 WIB

Jerman Temukan Dugaan Kasus Covid-19 Varian Omicron

Minggu, 28 November 2021 | 12:00 WIB

Duh,, Polisi Uzbekistan Paksa Muslim Cukur Jenggot

Jumat, 26 November 2021 | 09:06 WIB
X