Moci Tradisi Ngeteh Ala Wong Tegal, Ini Maknanya

- Sabtu, 23 November 2019 | 19:35 WIB
Tradisi moci, yakni menikmati sajian teh yang dituangkan ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat. (AYotegal.com/Lilisnawati)
Tradisi moci, yakni menikmati sajian teh yang dituangkan ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat. (AYotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL, AYOSEMARANG.COM -- Bagi orang Indonesia, ngeteh sudah menjadi tradisi wajib untuk dinikmati sebelum mengawali aktivitas, santai maupun menjamu tamu.

Di Tegal sendiri, ada tradisi moci, yakni menikmati sajian teh yang dituangkan ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat.

Aroma teh yang dituangkan ke dalam poci tanah liat pun memberikan nikmat tersendiri.

Selain memberikan cita rasa yang berbeda, moci juga memiliki makna yang dalam. Di antaranya sebuah bentuk keakraban dan sebagai bentuk rasa hormat.

AYO BACA : Mantu Poci, Tradisi Hajatan Mayarakat yang Tak Punya Keturunan

Sejarahwan Pantura Wijanarto, mengatakan, seseorang belum dikatakan dekat atau akrab apabila belum moci bareng.

"Iya, jadi seseorang belum dikatakan akrab apabila belum pernah diajak moci. Karena moci itu tidak ada batasan waktu," ujar Wijan saat dihubungi Ayotegal.com, Sabtu (23/11/2019). 

Karena mereka yang moci, tidak akan minum sekali dua kali tetapi sampai dengan ada rasa bosan.

Menurutnya, moci akan menjalin keakraban karena bisa dijadikan ruang diskusi. Sehingga tercetus istilah 'moci karo ndopok' atau moci sambil ngobrol.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

7 Tips Menentukan Rencana Liburan, Dijamin Anti Ribet

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:11 WIB

7 Tips Aman Saat Berlibur, Jangan Pakai Baju Begini

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:38 WIB

5 Martabak Terenak di Kota Semarang, Patut Dicoba!

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:55 WIB
X